lenterakeadilannews.com
Semarang – Polsek Semarang Tengah bergerak cepat menindaklanjuti informasi terkait dugaan aksi tawuran antar kelompok remaja yang sempat viral di media sosial dan meresahkan masyarakat. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di Kampung Sumeneban, Kelurahan Kauman, Kecamatan Semarang Tengah, pada Senin (22/6/2026) dini hari.
Kapolsek Semarang Tengah Kompol Sugito, S.H., M.H. mengatakan bahwa pihaknya langsung merespons laporan masyarakat yang masuk melalui aplikasi LIBAS sekitar pukul 02.51 WIB mengenai adanya sekelompok remaja tidak dikenal yang masuk ke kawasan permukiman dengan membawa senjata tajam.
“Begitu menerima laporan, personel piket yang dipimpin perwira pengawas langsung menuju lokasi. Namun saat petugas tiba, kelompok yang diduga terlibat sudah membubarkan diri dan meninggalkan lokasi,” ujar Kompol Sugito.
Meski tidak ditemukan bentrokan saat petugas tiba, video dan informasi terkait kejadian tersebut kemudian beredar luas di media sosial sehingga menimbulkan perhatian masyarakat. Menindaklanjuti hal itu, Polsek Semarang Tengah bersama fungsi Reskrim, Intelkam, dan Bhabinkamtibmas melakukan penyelidikan guna mengungkap fakta sebenarnya di lapangan.
Sejumlah langkah cepat dilakukan aparat kepolisian, mulai dari mendatangi tempat kejadian perkara, memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi, hingga meminta keterangan sejumlah saksi yang diduga mengetahui peristiwa tersebut.
Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui bahwa insiden tersebut melibatkan beberapa kelompok remaja yang sebelumnya telah berkomunikasi melalui media sosial. Berdasarkan keterangan yang diperoleh penyidik, kelompok yang berada di wilayah Sumeneban sempat berhadapan dengan kelompok lain yang datang dari luar wilayah. Namun sebelum terjadi bentrokan fisik secara langsung, salah satu kelompok memilih meninggalkan lokasi.
“Yang perlu kami sampaikan kepada masyarakat, dalam kejadian ini tidak terdapat korban luka maupun korban jiwa. Namun demikian, adanya informasi penggunaan senjata tajam oleh beberapa kelompok menjadi perhatian serius kami karena berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat,” tegas Kapolsek.
Dalam proses penyelidikan, empat remaja telah dimintai keterangan di Polsek Semarang Tengah. Selain itu, kepolisian juga menerapkan wajib lapor sebagai bagian dari langkah pembinaan dan pengawasan sambil menunggu perkembangan penyelidikan lebih lanjut.
Kompol Sugito menegaskan bahwa Polri tidak akan mentolerir segala bentuk aksi kekerasan jalanan maupun tawuran yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kami akan menindaklanjuti setiap informasi yang berkembang. Saat ini penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengidentifikasi pihak-pihak lain yang terlibat, termasuk menelusuri asal-usul senjata tajam yang diduga digunakan dalam kejadian tersebut,” ujarnya.
Selain langkah penegakan hukum, Polsek Semarang Tengah juga mengedepankan pendekatan preventif dan pembinaan terhadap para remaja. Menurut Kapolsek, fenomena tawuran tidak bisa ditangani hanya dengan penindakan semata, tetapi juga membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, tokoh masyarakat, dan lingkungan sekitar.
“Kami mengimbau para orang tua agar lebih aktif mengawasi aktivitas anak-anaknya, terutama penggunaan media sosial dan pergaulan di luar rumah. Banyak konflik yang berawal dari saling ejek atau provokasi di dunia maya kemudian berujung pada pertemuan dan aksi yang membahayakan,” katanya.
Saat ini, penyidik masih memburu sejumlah pihak yang diduga mengetahui awal mula kejadian dan sedang mengumpulkan berbagai informasi tambahan untuk mengungkap identitas kelompok yang terlibat.
Polsek Semarang Tengah memastikan proses penyelidikan akan dilakukan secara profesional dan transparan. Kepolisian juga mengajak masyarakat untuk segera melapor apabila mengetahui adanya rencana tawuran, kepemilikan senjata tajam tanpa hak, maupun aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan.
“Kami berkomitmen menjaga keamanan wilayah Semarang Tengah. Tidak ada ruang bagi aksi kekerasan jalanan yang mengancam keselamatan masyarakat. Namun di sisi lain, kami juga akan terus mengedepankan langkah pembinaan agar generasi muda tidak terjerumus ke dalam perilaku yang merugikan masa depan mereka sendiri,” pungkas Kompol Sugito.
Reporter : Oki
Editor:Bas







