Beranda / Peristiwa / Perempuan 62 Tahun Meninggal Dunia Tertemper Kereta Barang di Muktiharjo Kidul Semarang

Perempuan 62 Tahun Meninggal Dunia Tertemper Kereta Barang di Muktiharjo Kidul Semarang

 

lenterakeadilannews.com

SEMARANG – Kecelakaan kereta api yang merenggut korban jiwa kembali terjadi di Kota Semarang. Seorang perempuan lanjut usia bernama Wagina (62), warga Jalan Tambakan RT 03 RW 07, Kelurahan Kaligawe, Kecamatan Gayamsari, meninggal dunia setelah tertemper kereta api barang di wilayah Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, Sabtu (30/5/2026) sore.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.40 WIB di jalur rel kereta api KM 5+2, tepatnya di kawasan perlintasan rel Muktiharjo Kidul yang berada tidak jauh dari Jembatan Sukarela.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari saksi-saksi di lokasi kejadian, sebelum insiden terjadi korban sempat berada di pos penjaga palang pintu rel kereta api Jembatan Sukarela Muktiharjo Kidul. Saat itu korban duduk dan berbincang bersama dua warga setempat, yakni Satiman (74) dan Rumiyati (53).

Sekitar pukul 17.30 WIB, korban berpamitan kepada kedua saksi dengan alasan hendak buang air kecil. Korban kemudian berjalan menyusuri tepi rel ke arah timur.

Tidak lama setelah itu, melintas Kereta Api Barang KA-2502 Kenlimas Cargo yang ditarik lokomotif CC 2061359 dari arah Jakarta menuju Surabaya. Saat kereta melintas, tidak ada warga yang mengetahui secara pasti posisi korban.

Namun setelah rangkaian kereta selesai melintas, saksi Satiman melihat korban sudah tergeletak di sisi rel dalam kondisi mengalami luka berat akibat tertemper kereta api. Menyadari kejadian tersebut, saksi segera memberitahukan kepada warga sekitar dan melaporkannya kepada pihak terkait untuk dilakukan penanganan.

Warga yang berada di sekitar lokasi kemudian berdatangan untuk membantu mengamankan area kejadian sambil menunggu proses penanganan lebih lanjut. Aparat dan petugas yang menerima laporan juga mendatangi lokasi guna melakukan pemeriksaan awal serta mengumpulkan keterangan dari para saksi.

Dari hasil keterangan saksi di lokasi, korban diduga tidak menyadari datangnya kereta api saat berada di area yang sangat dekat dengan jalur rel. Dugaan sementara, korban kurang berhati-hati ketika berjalan di sekitar rel sehingga tertabrak rangkaian kereta yang sedang melintas.

Tidak ditemukan indikasi adanya gangguan pada perjalanan kereta api. Kereta barang tersebut diketahui tetap melanjutkan perjalanan setelah kejadian sesuai prosedur yang berlaku.

Setelah proses identifikasi dan penanganan selesai dilakukan, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga. Selanjutnya jenazah dibawa pulang menggunakan ambulans ke rumah duka untuk dimakamkan.

Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan yang terjadi di sekitar jalur perkeretaapian. Masyarakat diimbau untuk tidak berjalan, beraktivitas, maupun berada terlalu dekat dengan rel kereta api karena jalur tersebut merupakan area terbatas yang berbahaya. Selain itu, warga juga diminta untuk selalu memperhatikan situasi sekitar dan mengutamakan keselamatan saat berada di kawasan perlintasan maupun sepanjang jalur kereta api.

Hingga berita ini ditulis, kejadian tersebut masih tercatat sebagai kecelakaan yang diduga terjadi akibat kurangnya kewaspadaan korban saat berada di sekitar jalur rel kereta api.

Reporter: Oki

Editor: Bas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *