lenterakeadilannews.com
Ada kebaikan yang tidak membutuhkan panggung. Tidak membutuhkan tepuk tangan. Hanya membutuhkan hati yang mau peduli.
Di tengah kesibukannya menjalani profesi sebagai pengacara, Suseno, S.H. memiliki sebuah kebiasaan sederhana yang mungkin terlihat kecil bagi sebagian orang, tetapi begitu berarti bagi kehidupan lain.
Setiap pagi dan sore, ia secara rutin dan konsisten menyempatkan diri memberi makan kucing-kucing jalanan.
Bukan karena ingin dikenal. Bukan pula untuk mendapatkan pujian. Ia hanya tidak tega melihat makhluk-makhluk kecil itu menjalani hidup di jalanan, mencari makanan di tengah kerasnya kehidupan.
Ketika sebagian orang mungkin hanya melewati mereka tanpa menoleh, Suseno memilih berhenti sejenak.
Ada makanan yang ia bawa. Ada waktu yang ia sisihkan. Dan ada kepedulian yang terus ia berikan, hari demi hari.
Kucing-kucing jalanan itu mungkin tidak pernah tahu siapa Suseno. Mereka tidak memahami bahwa orang yang datang membawa makanan setiap pagi dan sore adalah seorang pengacara yang memiliki kesibukan dan tanggung jawabnya sendiri.
Mereka hanya tahu satu hal: ada seseorang yang datang dan tidak membiarkan mereka kelaparan.
Di situlah letak indahnya sebuah kebaikan.
Kebaikan tidak selalu harus besar. Tidak harus menunggu menjadi kaya. Tidak harus menunggu memiliki banyak waktu.
Terkadang, kebaikan hanya berupa makanan sederhana yang diberikan kepada seekor kucing yang kelaparan.
Bagi Suseno, kepedulian tersebut seolah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Profesinya mungkin membuat ia setiap hari berhadapan dengan persoalan manusia, hukum, keadilan, dan berbagai dinamika kehidupan. Namun di luar itu semua, ia tetap menyisakan ruang di hatinya untuk kehidupan lain yang sering kali tidak dianggap.
Kucing-kucing yang hidup di pinggir jalan.
Mereka yang tidak memiliki rumah untuk pulang. Tidak memiliki tangan yang akan menyuapi ketika lapar. Dan tidak memiliki suara untuk meminta pertolongan.
Apa yang dilakukan Suseno mungkin sederhana.
Namun dari kesederhanaan itu, ada pesan yang dalam:
Kita tidak harus memiliki segalanya untuk bisa berarti bagi kehidupan lain.
Satu porsi makanan bisa menjadi harapan bagi seekor kucing. Satu kepedulian kecil bisa membuat seekor makhluk merasa bahwa dunia belum sepenuhnya kejam.
Dan mungkin, itulah arti kehidupan yang sebenarnya.
Bukan tentang seberapa banyak yang kita miliki, tetapi tentang seberapa tulus kita mau berbagi.
Bukan tentang siapa yang melihat kebaikan kita, tetapi tentang siapa yang merasakan manfaat dari kebaikan tersebut.
Setiap pagi dan sore, Suseno kembali melakukan hal yang sama.
Datang, memberi makan, lalu melanjutkan aktivitasnya.
Sederhana. Diam-diam. Konsisten.
Namun bagi kucing-kucing jalanan itu, kedatangannya mungkin adalah salah satu momen yang paling mereka tunggu dalam sehari.
Sebab terkadang, bagi mereka yang sedang lapar, sebuah kepedulian kecil bukanlah hal kecil sama sekali.
Reporter:Oki
Editor:Bas







