Beranda / Nasional / Dr Budiyono SH. MH. CPM Kritik Keras Siwi Peni Selaku Direktur SDM PTPN1 Soroti Dugaan Memecah Belah. 

Dr Budiyono SH. MH. CPM Kritik Keras Siwi Peni Selaku Direktur SDM PTPN1 Soroti Dugaan Memecah Belah. 

lenterakeadilannews.com

Jawa Tengah-Polemik di lingkungan PT Perkebunan Nusantara I (Persero) kembali menjadi sorotan. Dr. Budiyono, S.H., M.H., CPM, menyampaikan kritik terhadap gaya komunikasi Siwi Peni selaku Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) PTPN I.

Budiyono menilai gaya komunikasi yang disampaikan secara lembut tidak selalu mencerminkan substansi persoalan yang sebenarnya. Ia bahkan menduga terdapat pola komunikasi yang berpotensi memperburuk hubungan antarpihak dan menimbulkan perpecahan.

“Menurut saya, justru yang perlu diperhatikan adalah cara berkomunikasi. Gaya yang terlihat lembut tetapi apabila di dalamnya terdapat penyampaian yang memburuk-burukkan pihak lain, maka dampaknya bisa memecah belah,” Tegas Budiyono.

Ia menegaskan bahwa pernyataan tersebut merupakan pandangan dan kritik pribadinya berdasarkan persoalan yang sedang dihadapinya.

Budiyono meminta agar setiap informasi mengenai dirinya maupun perjuangannya terkait hak-hak karyawan PTPN tidak disampaikan secara sepihak.

Menurut Budiyono, dirinya tidak memiliki kepentingan untuk mendapatkan jabatan di lingkungan PTPN I sebagaimana dugaan yang beredar. Ia menegaskan bahwa masa pengabdiannya di lingkungan PTPN telah berakhir pada 1 Juli 2026.

“Kalau kemudian perjuangan saya dikaitkan dengan keinginan mendapatkan jabatan, itu tidak benar. Pengabdian saya sudah selesai. Saya sekarang menjalankan profesi saya sebagai advokat,” Tegasnya.

Budiyono mengatakan perjuangannya terhadap persoalan yang berkaitan dengan hak karyawan dilakukan berdasarkan kapasitas dan keahliannya sebagai advokat. Ia menilai setiap pihak seharusnya mengedepankan profesionalitas dan tidak membangun opini yang dapat memperhadapkan satu orang dengan orang lainnya.

“Jangan sampai komunikasi yang tidak utuh kemudian membuat orang saling curiga, saling menyalahkan, bahkan terpecah. Kalau ada persoalan, mari disampaikan berdasarkan fakta dan bukti,” katanya.

Budiyono juga meminta seluruh pihak agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, perbedaan pandangan seharusnya diselesaikan melalui mekanisme yang profesional dan sesuai ketentuan hukum.

Ia berharap manajemen PTPN I dapat menjaga komunikasi internal secara sehat sehingga tidak muncul kesan adanya upaya mempertentangkan pihak-pihak tertentu.

“Saya berharap semuanya dikembalikan kepada fakta. Jangan memburuk-burukkan seseorang hanya untuk membangun persepsi tertentu. Kalau itu terjadi, dampaknya bukan hanya kepada individu, tetapi juga dapat memecah hubungan di lingkungan perusahaan,” Pungkas Dr. Budiyono.SH,.MH

Reporter: Oki

Editor: Bas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *