Beranda / Nasional / Guyub Rukun Penuh Kehangatan, Keluarga Besar Bani Marno Suwarto Tawar Gelar Arisan Ganyeng dan Syukuran Rumah Ardian-Nabila

Guyub Rukun Penuh Kehangatan, Keluarga Besar Bani Marno Suwarto Tawar Gelar Arisan Ganyeng dan Syukuran Rumah Ardian-Nabila

lenterakeadilannews.com

Suasana penuh keakraban, haru, dan kegembiraan mewarnai perhelatan Arisan Ganyeng Keluarga Besar Bani Marno Suwarto Tawar yang dirangkaikan dengan syukuran rumah Ardian dan Nabila, Minggu (9/8/2026).

Bertempat di kediaman Ardian dan Nabila, Jalan Mustokoweni Raya No. 371, acara yang dimulai pukul 15.00 WIB tersebut berlangsung semarak. Puluhan anggota keluarga tampak hadir dan larut dalam suasana guyub, rukun, serta penuh canda tawa.
Bukan sekadar agenda arisan, pertemuan keluarga kali ini menjadi momentum istimewa untuk memanjatkan rasa syukur atas rumah baru Ardian dan Nabila sekaligus mempererat kembali tali silaturahmi keluarga besar Bani Marno Suwarto Tawar.

Doa untuk Rumah Baru Ardian dan Nabila

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan yang disampaikan oleh Drs. Catur Budi Santosa.

Dalam kesempatan tersebut, Catur mengajak seluruh keluarga untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi rumah Ardian dan Nabila.

Harapan dipanjatkan agar rumah tersebut senantiasa diliputi keberkahan, kebaikan, ketenteraman, serta menjadi tempat berkumpul yang menghadirkan kebahagiaan bagi keluarga. Ardian dan Nabila juga didoakan agar senantiasa diberikan kelancaran rezeki, kesehatan, serta kehidupan yang penuh keberkahan.

Dalam sambutannya, Catur tidak dapat menyembunyikan rasa senang sekaligus haru melihat kebersamaan yang masih terjaga di tengah keluarga besar Bani Marno Suwarto Tawar.

Menurutnya, suasana guyub rukun yang tercipta merupakan sesuatu yang sangat indah dan menjadi kekuatan tersendiri bagi keluarga. Kebersamaan seperti inilah yang diharapkan terus dipelihara dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Pesan Pak Lekik: Paseduluran Jangan Pernah Putus

Nuansa kekeluargaan semakin terasa ketika Mbah Joko Prasojo, yang akrab disapa Pak Lekik, sekaligus Ketua Genk Gembel Elite, menyampaikan sambutannya.

Dengan penuh keakraban, Pak Joko berpesan agar seluruh keluarga besar Bani Marno Suwarto Tawar senantiasa menjaga tali paseduluran. Menurutnya, perbedaan usia, tempat tinggal, maupun kesibukan jangan sampai menjadi penghalang untuk tetap bersatu sebagai satu keluarga besar.

Pak Joko juga menitipkan pesan kepada generasi penerus agar semangat kebersamaan tersebut tidak berhenti pada generasi sekarang. Anak, cucu, hingga cicit diharapkan mampu meneruskan perjuangan para pendahulu untuk menjaga persatuan keluarga.

“Keluarga Besar Bani Marno Suwarto Tawar harus tetap erat dalam paseduluran. Kelak anak, cucu, dan cicit dapat meneruskan perjuangan untuk tetap bersatu dalam kesatuan. Susah dan senang dirasakan bersama. Itulah kebersamaan,” tegas Pak Joko Lekik.

Pesan tersebut seolah menjadi benang merah dari seluruh rangkaian acara: bahwa keluarga bukan hanya tentang hubungan darah, tetapi juga tentang bagaimana kebersamaan terus dirawat dan dijaga.

Tahlil untuk Mengenang Para Leluhur

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa dan tahlil yang dipimpin oleh Ustaz Ali.
Dengan suasana khidmat, seluruh keluarga bersama-sama mendoakan arwah para leluhur.

Pembacaan tahlil menjadi bagian penting dalam acara tersebut, sebagai bentuk penghormatan sekaligus ungkapan rasa terima kasih kepada para pendahulu yang telah mewariskan tali persaudaraan kepada generasi sekarang.

Usai doa dan tahlil, suasana pun perlahan berubah. Dari khidmat menjadi ceria.
Dari Doa Beralih ke Tawa dan Goyangan
Tuan rumah telah menyiapkan hiburan solo organ untuk menemani acara ramah tamah.

Begitu alunan musik mulai terdengar, suasana langsung menjadi semakin semarak.
Para anggota keluarga tampak antusias. Ada yang bernyanyi, bercanda, bahkan turun berjoget bersama. Tidak ada lagi jarak antara yang muda dan yang tua. Semua larut dalam kegembiraan.

Tawa dan nyanyian silih berganti. Sesekali terdengar sorak dan tepuk tangan ketika salah seorang anggota keluarga menunjukkan aksi di depan.

Keceriaan tersebut menjadi gambaran nyata bahwa Arisan Ganyeng bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang untuk kembali bertemu, bercengkerama, mengenang kebersamaan, dan memperkuat hubungan antarkeluarga.
Menjaga Warisan Kebersamaan
Arisan Ganyeng dan Syukuran Rumah Ardian-Nabila akhirnya menjadi sebuah perhelatan yang sarat makna. Ada doa, ada haru, ada nasihat, tetapi juga ada tawa dan kegembiraan yang menyatukan seluruh keluarga.

Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa guyub rukun dan paseduluran adalah warisan yang harus terus dijaga.

Rumah Ardian dan Nabila pun diharapkan tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga menjadi rumah yang selalu terbuka untuk silaturahmi, tempat keluarga berkumpul, berbagi cerita, serta merasakan suka dan duka bersama.

Semoga keberkahan senantiasa menaungi Ardian dan Nabila sekeluarga. Dan yang tak kalah penting, semoga tali persaudaraan Keluarga Besar Bani Marno Suwarto Tawar tetap kokoh, semakin erat, semakin guyub, dan terus terjaga hingga anak, cucu, cicit, bahkan generasi-generasi berikutnya.

Karena pada akhirnya, keluarga bukan sekadar tentang siapa yang memiliki hubungan darah, tetapi tentang siapa yang tetap hadir, tetap peduli, dan tetap bersama dalam suka maupun duka.

Reporter: Oki

Editor: Bas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *